Skip to main content

Boys (Don't) Cry


Menulis ini sembari menikmati Boys Don’t Cry milik The Cure mengalun di telinga…

source: The Cure

Mereka bilang lelaki tak boleh menangis.
Lelaki pantang menyingkap tabir yang menyelimuti hatinya,
Dan menitikkan air mata.

Mereka seolah lupa bahwa makhluk bernama lelaki itu juga manusia.
Diciptakan dari tanah yang kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya,
Serta dilengkapi akal dan rasa.

Lalu mengapa lelaki tidak boleh menangis layaknya manusia?

Mereka terlalu menghakimi.
Mencipta konstruksi-konstruksi sosial yang terkadang tak perlu.
Bahkan memuakkan!

Lelaki itu hanya ingin berteduh sejenak dari kerasnya hidup.
Dari luka yang telah menganga sekian lama.
Dari hal kecil yang mampu menyentuh relung hatinya.

Biarlah sejenak ia menitikkan air mata, toh ia tidak akan lama meratap.
Biarlah ia keluarkan segala gundah yang menggerogoti hatinya, segala gulana yang menyesakkan nafasnya.

Biarlah ia menangis.
Karena lelaki yang terbaik adalah mereka yang tak pernah melupakan rasa!

Comments

Popular posts from this blog

Arya dan Puzzle

Puzzle 250 pieces yang berhasil diselesaikan Arya dengan tim penyemangat Wira dan Kinan Ini cerita tentang sulungku dan kecintaannya pada puzzle. Waktu masih balita, seingat saya masih sekitar usia dua tahun, saya dan ayahnya mencoba membelikan puzzle 6 pieces untuk ia selesaikan. Ia pun menyelesaikannya sendiri dengan mudah. Lalu kami mencoba menaikkan tantangan dengan puzzle 12 pieces di tahun berikutnya. Lagi-lagi, tak ada kesulitan sedikitpun baginya dalam menyusun kepingan demi kepingan sehingga mencipta gambar yang utuh. Mbah utinya kemudian membelikan ia oleh-oleh puzzle 24 pieces dari hasil melancongnya ke New York. Puzzle bagusan asli Amerika tentunya, terbuat dari kayu cokelat muda yang ringan dan ramah anak serta lingkungan. Sebenarnya masih bisa awet hingga kini jika saja kala itu rumah kami tidak kebanjiran dan menghanyutkan sebagian besar mainan yang dikumpulkan anak-anak. Saya lupa waktu itu Arya umur berapa. Sepertinya TK saja belum, atau mungkin baru...

Penutup yang Manis untuk Glowzy Senior

Glowzy Senior di Lomba Modern Dance Trisakti, November 2017 Izinkan saya untuk mulai bercerita, mengenai 4 gadis – tadinya 5, namun yang satu memutuskan pindah sekolah – yang senang menari. Semua bermula di tahun ajaran 2016/2017 lalu ketika mereka memutuskan untuk bergabung dengan ekskul yang saya ampu: modern dance. Kala itu mereka memang belum dibentuk sebagai satu tim, karena memang tim yang dibuat belum beraturan. Kebijakan pelatih saat itu adalah menurunkan siapa pun yang memang siap untuk mengikuti berbagai lomba. Jadi, tak peduli angkatan sama, berbeda, atau bongkar pasang personil, pelatih akan menurunkan hanya mereka yang siap saja. Alhasil, hanya satu dari empat gadis itu yang memiliki pengalaman lomba di tahun pertamanya. Di tahun kedua mereka bergabung dengan ekskul ini, yang sekaligus juga tahun terakhir mereka di SMA, saya memutuskan untuk mengganti pelatih. Berbagai hal menjadi pertimbangan saya, antara lain prestasi yang mandeg, kekompakan tim yang tak terj...

The Best Glee Mash-Off

Just for fun, In my opinion, the best Glee mash-off by far is Adele's Rumor Has It/Someone Like You by the Troubletones (Santana and Mercedes). What do you think? Love, Miss Tya