Skip to main content

Posts

Showing posts with the label article

Boyband-Boybandku

Minggu pagi ini usai mengudap camilan dan menyeruput segelas teh manis hangat sambil menikmati geliat ikan-ikan kecil di kolam, saya memutuskan untuk sedikit berolah raga. Di dalam rumah tentunya, karena cuaca pagi ini sedikit mendung dan menyisakan kubangan-kubangan kecil dari hujan semalam. Menu olah raga ini tak istimewa, hanya senam ringan di depan televisi ditemani lagu-lagu dari kanal Youtube.  Boyband 1990s songs,  tulis saya di mesin pencari. Lantas keluar deretan video musik dari berbagai grup yang populer kala saya masih berseragam putih biru dan putih abu-abu. "Jadul dan membosankan," ucap anak bungsu saya yang baru beranjak 10 tahun. Enak saja, batin saya. Anak kecil ini tak tahu betapa gandrung ibunya pada boyband-boyband ini. Poster-poster yang menghiasi kamarnya, kaset yang dikoleksi hingga lengkap, dan majalah remaja yang tak pernah dilewatkan tiap minggu demi membaca berita maupun mendapatkan bonus pin para jejaka biduan ini. Sama sekali tidak membosankan. Me...

Menggapai Cita-Cita dalam Ajang Career Workshop

  Global Prestasi Senior High School menggelar kegiatan  Career Workshop  sebagai upaya menambah wawasan dan membuka cakrawala para peserta didik mengenai pemilihan jurusan di Universitas dan karir apa yang dapat mereka raih. “Jujur saja, ketika seusia kalian, di sekolah saya tidak ada kegiatan seperti ini. Akibatnya, ketika harus memilih jurusan kuliah dan cita-cita, saya sempat merasa bingung dan tak punya petunjuk sama sekali.” Ucapan bernada  curhat  namun lugas itu meluncur dari mulut Aloysius Selwas Taborat, diplomat yang bertugas sebagai perwakilan Indonesia di United Nations, ketika berbicara dalam ajang Career Workshop yang digelar secara virtual pada hari Rabu, 18 November 2020 lalu. Di hadapan para peserta didik kelas XI, Selwas – demikian ia akrab disapa, menuturkan pengalamannya meniti karier sebagai diplomat mulai dari pengalamannya selama menempuh studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia hingga kini bertugas di New York, Amerika Serikat se...

Malaikat Tanpa Sayap

                                                                         What is a mother’s love to you? Do you feel a mother’s love? From whom do you feel a mother’s love?   Source: 123RF Tiap Hari Ibu menjelang, sebuah pertanyaan muncul dalam benak saya. Mungkin karena atmosfer Hari Ibu yang memang diperingati di seluruh penjuru negeri, atau mungkin pula karena sejatinya sosok ibu teramat penting dalam kehidupan saya, sebagaimana kehidupan setiap insan manusia. Saya tumbuh di keluarga yang penuh kasih sayang, di mana peran kedua orang tua, khususnya ibu , sangat besar. Saya sangat bersyukur karakter ibu sangat mempengaruhi hidup saya dalam artian yang sangat positif. Saya tak pernah merasa kekurangan karena ibu selalu ada di samping saya. Ibu jualah y...

Pahlawan & Kita: Sebuah Perayaan Bersama Para Alumni

  Hari ini, 10 November 2020, para siswa SMA Global Prestasi mendapatkan satu pertanyaan ketika Student’s Assembly . Sebuah pertanyaan yang sederhana, namun memiliki makna mendalam, karena bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan: “Siapakah pahlawan di dalam kehidupanmu?” Berbicara soal pahlawan, mungkin dibenak para siswa SMA Global Prestasi yang terlintas adalah para tokoh pejuang, seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, atau bahkan Bung Tomo sendiri yang 75 tahun silam di hari yang sama mengobarkan semangat para pemuda Surabaya dalam orasinya. Akan tetapi, ketika ditanya mengenai siapa sosok pahlawan dalam kehidupan pribadi, setiap siswa punya jawaban yang tak jauh berbeda; yakni orang tua dan para guru yang telah membimbing dan menginspirasi sepanjang kehidupan mereka. Mengusung tema “Pahlawan & Kita” yang menyiratkan bahwa sosok pahlawan ternyata ada di kehidupan sekitar kita, tahun ini SMA Global Prestasi kembali mengenalkan para siswanya kepada lulusan-lulusan terbaik yang...

Rahasia Kekayaan Fauna di Balik Batu

Ada postingan di jejaring sosial Instagram milik kerabat dan teman-teman saya yang membuat penarasaran, bahkan agak sedikit ngiler , beberapa tahun belakangan ini. Setiap kali ada yang mengunggah soal perjalanan wisata mereka ke Kota Batu, Jawa Timur, selalu saja terbersit keinginan untuk segera terbang ke sana. Betapa tidak, tempat-tempat wisata sekaliber amusement park a la luar negeri ternyata bertebaran di kota yang tadinya merupakan bagian dari Kabupaten Malang ini. Salah satu tempat wisata yang pertama kali menarik minat saya dalam segala unggahan di Instagram itu adalah Batu Secret Zoo. Dari pemilihan namanya saja sudah menarik, seolah memang ada rahasia yang tersimpan di dalam tempat wisata yang berkonsep kebun binatang tersebut. Pihak pengelola tak hanya memakai kata zoo untuk kebun binatang, seperti yang dipakai oleh pengelola tempat serupa di Jakarta, melainkan mengimbuhkan kata secret guna menyihir para pengunjung maupun calon pengunjung seperti saya kala itu, untu...

Di Balik Secangkir Kopi

Source: The Telegraph Kopi, Expresso , Mochaccino , Capuccino , Frapuccino , Vanilla Latte , Kopi Arabika, sampai Kopi Tubruk. Masih ada sederet lagi jenis-jenis kopi yang terdengar lezat di telinga Anda, dan tentunya tak kalah nikmat rasanya. Saat ini, minuman kopi bukanlah minuman yang hanya identik dengan kaum lelaki, khususnya ‘bapak-bapak yang duduk santai di sore hari sambil baca koran’. Saat ini, kopi digemari hampir setiap orang dari berbagai kalangan. Kopi dapat dinikmati sebagai teman di kala belajar atau bekerja semalam suntuk, sebagai teman roti bakar di pagi hari, dan juga dalam pergaulan. Maraknya kedai-kedai kopi franchise luar negeri di kota-kota besar di Indonesia , semakin mempermudah orang mencicipi lezatnya kopi dengan bermacam-macam racikan dan penyajian. Nah, jika Anda termasuk salah satu ‘coffee-holic’ – atau penikmat kopi – ada baiknya goreskan sebuah pertanyaan dalam benak: Sebenarnya, apa saja yang terkandung dalam secangkir kopi yang nikm...

Fitra Eri: Kuasai Safety Driving Dulu, Baru Punya SIM!

Memiliki SIM alias Surat Izin Mengemudi merupakan syarat mutlak bagi seorang pengendara di Indonesia. Namun ternyata berbekal SIM saja tak menjamin pengendara tersebut dapat mengemudi secara aman dan siap menghadapi segala kondisi. image by ehstoday.com Setidaknya hal itulah yang diyakini oleh Fitra Eri, pebalap sekaligus jurnalis otomotif kenamaan Tanah Air saat dimintai pendapatnya soal konsep safety driving. “Orang yang memiliki SIM belum tentu bisa mengemudi secara aman. SIM kan hanya menunjukkan bahwa seseorang diizinkan secara legal untuk mengemudi di jalan raya, tetapi apakah berarti orang itu sudah paham seluk-beluk safety driving? Belum tentu. Padahal justru itulah yang penting,” ujar Fitra Eri ketika dihubungi lewat telepon, hari Senin (11/6) lalu. Pasalnya, tata cara perolehan SIM di Indonesia memang lebih banyak dititikberatkan pada teknik pengoperasian mobil dan memahami rambu-rambu lalu lintas yang akan ditemui selama berkendara. Tak ada mat...

Tiga Terlambat dan Empat Terlalu: Peringatan Dini Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

image by jpp.go.id Mungkin sebagian dari kita tidak menyadari bahwa angka kematian ibu dan bayi di Indonesia tergolong tinggi, bahkan dapat dikatakan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut laporan Indeks Pembangunan Manusia yang dilakukan oleh UNDP, tahun 2003 kondisi kesehatan Indonesia berada di peringkat 112 dari 175 negara. Ironis memang, apalagi jika kita mengetahui bahwa peringkat tersebut berada di belakang Vietnam, negara yang memperoleh kemerdekaan jauh setelah Indonesia. Kondisi kesehatan Indonesia yang sedemikian rupa ini tentunya berpengaruh pada angka kematian ibu dan bayi. Tingginya angka ini tidak terlepas dari peran sektor-sektor kehidupan yang tidak merata di Indonesia, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kita simak bersama mengenai permasalahan yang satu itu. Bagaimana Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia? Di Indonesia, data kesehatan tahun 1997 menyatakan angka kematian bayi me...

Merindu Rona Pelangi Di Mataku

images: indowarta.com Suatu hari Tommy menunjukkan hasil pekerjaan mewarnainya kepada sang ibu. Di atas kertas yang tadinya putih bersih itu terdapat gambar pepohonan, bunga-bunga, gunung, dan juga awan. Semua terlihat biasa saja sebagaimana hasil karya anak TK pada umumnya. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di pikiran sang ibu. Bukannya warna hijau yang digunakan Tommy untuk mewarnai pohon dan daun, melainkan warna merah. Sementara untuk warna langit yang semestinya biru, Tommy malah mewarnainya dengan kuning terang. Sebuah bentuk kreativitas? Rasanya tidak untuk anak seusia itu. Akhirnya sang ibu memutuskan untuk berkonsultasi kepada seorang dokter mata. Setelah diperiksa lebih lanjut, Tommy pun kemudian divonis menderita buta warna sebagian. Artinya, warna-warna yang semestinya terlihat di mata normal, akan terlihat sebagai warna yang berbeda di mata Tommy. Pada awalnya, sang ibu pun sempat kaget dan khawatir, namun setelah dokter memberikan penjelasan, sang ibu pun men...