Untukmu, yang selalu senang membaca tulisan saya... Kamu dan sahabat karibmu itu selalu antusias setiap saya mulai menulis. Terutama jika kata-kata yang mengalir dari benak saya berkisah tentang kalian berdua. Tidak terasa kini sudah tiga tahun saya menulis kisahmu. Entah sudah berapa kali kamu tertawa, terharu, atau mungkin merasa kesal saat membaca tulisan-tulisan saya tentangmu. Masih ingatkah kamu, sekira tiga tahun lalu, saya memberikan lembaran-lembaran kertas kepada sahabatmu? Saat itu saya berkata kepadanya, "jangan berikan kertas ini pada dia. Kamu baca saja dulu, lalu beritahu saya apa tulisan ini pantas ia baca." Namun yang namanya sahabatmu, pasti akan selalu setia kepadamu. Dalam sekejap, tulisan saya sudah kamu baca. Kemudian saya dengar darinya, kamu terharu. Menangis, atau hampir menangis, saya tidak dapat mengingat dengan pasti. Itulah kali pertama saya menulis tentangmu, untukmu... Sejak saat itu, kisah tentangmu dan sahabatmu terus bergulir lewa...