Skip to main content

Pengecut, Pemimpin Tak Bijak, dan Demokrasi!

Tidak berani menghadapi langsung dan mengadukan di belakang adalah tindakan seorang pengecut.
Mudah terpancing, percaya, tanpa memeriksa secara imbang kedua belah pihak, apalagi mengabaikan asas praduga tak bersalah, bukanlah tindakan seorang pemimpin.
Tidak usah berbicara tentang demokrasi.
Karena fakta-fakta tadi sama sekali jauh dari kata demokrasi.
Saya tahu, karena saya lah yang mengajari konsep demokrasi di sekolah ini.
Meskipun saya sadar sepenuhnya, bahwa saya bukanlah guru yang sempurna.


Berbicara soal tudingan provokasi...
Pembelaan saya adalah, tanpa bukti - hanya berdasarkan kisah yang dituturkan 1 siswa - saya menolak untuk dituduh.
Siswa saya berjumlah 26, jadi silakan bertanya kepada 25 yang lain.
Jika ada bukti rekaman, maka saya berhak tahu dan dengar.
Jika memang terbukti saya melakukan kesalahan, maka secara sadar dan tanpa paksaan, saya meminta maaf di hadapan forum.
Namun jika tidak, saya menuntut pihak-pihak terkait untuk meminta maaf kepada saya di hadapan forum pula, karena telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik.
Terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

The Best Glee Mash-Off

Just for fun, In my opinion, the best Glee mash-off by far is Adele's Rumor Has It/Someone Like You by the Troubletones (Santana and Mercedes). What do you think? Love, Miss Tya

Arya dan Puzzle

Puzzle 250 pieces yang berhasil diselesaikan Arya dengan tim penyemangat Wira dan Kinan Ini cerita tentang sulungku dan kecintaannya pada puzzle. Waktu masih balita, seingat saya masih sekitar usia dua tahun, saya dan ayahnya mencoba membelikan puzzle 6 pieces untuk ia selesaikan. Ia pun menyelesaikannya sendiri dengan mudah. Lalu kami mencoba menaikkan tantangan dengan puzzle 12 pieces di tahun berikutnya. Lagi-lagi, tak ada kesulitan sedikitpun baginya dalam menyusun kepingan demi kepingan sehingga mencipta gambar yang utuh. Mbah utinya kemudian membelikan ia oleh-oleh puzzle 24 pieces dari hasil melancongnya ke New York. Puzzle bagusan asli Amerika tentunya, terbuat dari kayu cokelat muda yang ringan dan ramah anak serta lingkungan. Sebenarnya masih bisa awet hingga kini jika saja kala itu rumah kami tidak kebanjiran dan menghanyutkan sebagian besar mainan yang dikumpulkan anak-anak. Saya lupa waktu itu Arya umur berapa. Sepertinya TK saja belum, atau mungkin baru...

The Boy Who Can’t Get Out of My Mind

Jika ada seseorang yang iseng bertanya, siapa kira-kira murid yang tidak akan pernah saya lupakan kelak? Mungkin jawaban saya adalah salah satu anak lelaki di kelas saya tahun lalu. Bukan berarti dia yang teristimewa di hati, karena tak pantas guru memilih-milih di antara murid-muridnya. Namun dia adalah kejutan pertama saya – murid ajaib slash bandel yang pertama kali saya miliki. Bayangkan di tahun pertama saya didaulat sebagai wali kelas, bocah pembuat onar itu harus hadir tepat di dalam kelas saya. Ah, seribu satu rasa! Tahun ini, ia bukan lagi tanggung jawab saya. Saya telah melepasnya untuk dibimbing oleh guru lain pada tingkat kelas yang lebih tinggi. Semoga dia dan guru itu bisa selamat tanpa kekurangan suatu apa pun hingga tahun ajaran ini berakhir. Semoga.  Kini saya punya murid-murid baru. Dan masih sama seperti tahun lalu, lagi-lagi didominasi oleh segerombolan lelaki yang ajaib. Mungkin sudah garis nasib saya seperti ini. Harus selalu berhadapan dengan...